RSS

Jupiter MX: Teknologi Throttle Position

29 Oct

Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.

Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.

Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.

Sumber www.yamaha-friends.com

 
Leave a comment

Posted by on 29 October, 2009 in Otomotif

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: