RSS

Monthly Archives: October 2009

Jupiter MX: Teknologi Throttle Position

Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.

Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.

Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.

Sumber www.yamaha-friends.com

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 29 October, 2009 in Otomotif

 

Tags: , ,

Safety Riding: Tips Aman Berkendaraan Menggunakan Motor


Kemacetan dibeberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung dan kota lainnya, sampai saat ini belum juga teratasi. Meskipun jalan raya sudah diperlebar dan dibuat jalur khusus, kemacetan masih saja sering terjadi. Ini terjadi karena bertambahnya jumlah pengguna kendaraan baik mobil maupun sepeda motor, terutama para pengguna sepeda motor yang semakin meningkat. Mengapa para pengguna sepeda motor semakin bertambah? Banyak orang berpendapat bahwa menggunakan sepeda motor sangat ekonomis, biaya bahan bakar murah, dan bebas hambatan karena sangat mudah menyalip kendaraan lain.

Dengan bertambahnya pengguna sepeda motor, maka kecelakaan sepeda motor juga sering terjadi. Menurut data dari Media Indonesia korban tewas dalam berbagai kecelakaan lalu lintas selama libur lebaran tahun 2009 mencapai 702 orang, 859 luka berat dan 1697 luka ringan. 71 persen kecelakaan yang terjadi melibatkan sepeda motor. Mengapa kecelakaan banyak menimpa pada pengguna sepeda motor? Ini terjadi karena kurangnya memperhatikan keselamatan dalam berkendaraan atau Safety Riding. Oleh karena itu tanggung jawab utama untuk keselamatan di jalan ada dalam diri Anda sendiri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Safety Riding dalam mengendarai sepeda motor diantaranya ;

  • Sebelum melakukan perjalanan, cek terlebih dahulu kondisi kendaraan yang akan dipakai. Bagian-bagian yang mesti dilakukan pengecekan yaitu: bensin, oli, rantai, ban, lampu, baterai / aki, baut mur, kaca spion, kopling dan rem.
  • Pastikan STNK, Surat Tanda Nomor Kendaraan selalu dibawa sebagai bukti bahwa kendaraan yang dipakai legal
  • SIM, Surat Izin Mengemudi selalu dibawa sebagai bukti untuk mengendarai kendaraan
  • Gunakan helm standar, kaca helm harus bersih, helm bisa full face atau half face.
  • Gunakan sarung tangan yang mudah menyerap keringat serta tidak licin saat memegang handle motor, lebih baik lagi bila dilengkapi bahan keras dibagian depan tangan
  • Pakai jaket yang mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun saat terjadi benturan baik kecil maupun besar, bila perlu pakai rompi khusus. Pertimbangkan juga ventilasi yang baik agar jaket nyaman digunakan.
  • Jika berkendara dalam keadaan gelap, ada baiknya menggunakan jaket/rompi dengan warna fluorecent.
  • Gunakan jas hujan yang terpisah (atasan+celana) dengan bahan yang tidak gampang sobek dan tidak tembus air
  • Pakai sepatu yang nyaman serta aman bagi seluruh lapisan kaki. Minimal menutupi daerah mata kaki. Jangan biasakan menggunakan sandal saat berkendara.
  • Dengan mentaati rambu-rambu dan lampu pengatur lalu-lintas. Menjaga etika dan kewaspadaan saat berkendara. Dan yang paling penting adalah membiasakan diri sendiri menerapkan prosedur standar keamanan dan keselamatan berkendara di jalan raya. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan.

Baca juga beberapa teknik praktek Safety Riding yang bisa dipelajari.
Sumber www.jgmotor.co.id

 
Leave a comment

Posted by on 20 October, 2009 in Otomotif

 

Tags: ,

 
%d bloggers like this: